Study Korean Language di Negeri Ginseng (1) Sogang University

This article goes to all Indonesian people who interest to study in South Korea, therefore I made it in Indonesian language 🙂

Sebelumnya ngga pernah punya cita-cita buat masuk universitas lagi, apalagi di negeri ginseng Korea Selatan. Tapi setelah mengunjungi Korea di akhir musim dingin kemarin, ternyata terungkap keinginan untuk tinggal lebih lama di Seoul dan memiliki kehidupan disana. Namanya tinggal di negeri orang, sudah pasti dong harus bisa komunikasi lancar dengan penduduk asli disitu, jadi berbahasa Korea itu harus!

Sewaktu di Seoul, saya tinggal di dua tempat, pertama di Hostel Yeoungdeungpo-gu dan kemudian pindah ke Mapo-gu. Tempat terakhir itu Guest House, yang pada waktu saya disana, masih terbilang baru ~3 bulan buka~ jadi semuanya serba apik dan baru, pemiliknya juga anak muda umur 27 tahun yang pernah kuliah di New York dan sekarang memiliki bisnis guest house di Seoul dan New York (hmm.. I wonder how rich that guy must be lol~).

Ketika di Seoul, saya sempat mengunjungi Ewha Womans University, yang kabarnya adalah jajaran Universitas top di South Korea. Pertama lewat pada malam hari, ketika saya dan teman Korea mencari dinner “sam gye tang” di lokasi sekitar Ewha, melihat front gate nya saja malam itu saya cukup terkesan. Dan kunjungan kedua, adalah sehari sebelum pulang ke Indo, kali ini saya benar-benar masuk ke halaman Universitas Ewha……wow..amazingly beautiful campus. Berfoto di bawah logo besar Ewha Womans University, membuat saya berpikir ~must be really cool, if I could be an University student ^^

Image

Image

Tempat saya tinggal waktu itu Mapo-gu, hanya 3 menit berjalan kaki ke pintu masuk subway Daeheung St. sebenarnya tidak jauh dari universitas terkenal juga bernama, Sogang University, kampus ini didirikan awalnya oleh kaum Jesuit, wah Katolik punya ternyata. Bodohnya pada waktu itu saya tidak terpikir untuk mengunjungi Sogang University (gossh~ I wish I did). Baru setelah pulang indo, dan search search google ternyataaa.. ini kampus sangat terkenal dengan sekolah bahasanya KLEC (Korean Language Education Center), selain Asian countries, penghuni KLEC mayoritas berasal dari Eropa.

Memilih sekolah bahasa yang tepat ternyata susah susah~ susaaaaaaahhh, hehe.. pasti mikir gampang ya tadinya 😛 Beneran susah, pertama, karena walaupun saya punya kenalan beberapa orang Korea asli, merekapun tidak terlalu paham mana yang lebih bagus, rata-rata mereka pasti menunjuk Yonsei university, the oldest and the famous private university di Seoul~~ the most expensive also~~ sigh** Kalau tanya orang Indo, nah pasti rata-rata jawabannya ke Seoul National University (SNU) ini universitas negerinya Korea, oke bagus dan terkenal juga.

Setelah tanya sana sini dan search, serta berbagai macam pertimbangan, akhirnya pilihan saya jatuh ke Sogang University, kecenderungannya mungkin karena saya sudah familiar dengan daerah Mapo-gu, paling tidak untuk awalnya ngga bingung mau tinggal dimana, yang murah, nyaman dan bagus menurut saya. Ke kampus pun tinggal jalan kaki. Tetapi alasan pertama adalah KLEC milik Sogang terkenal dengan kurikulumnya yang bukan hanya bagus, tapi terbukti membuat mahasiswa/i nya cepat lancar berbahasa Korea. Dan Sogang juga memiliki aktivitas kampus yang bisa kita ikuti walaupun kita hanya study di KLEC. Seru dong bisa baur dengan mahasiswa Sogang dari jurusan lainnya, artinya kita tidak dibedakan walau terbilang hanya kelas bahasa. Yonsei University memang bagus juga, tetapi mereka lebih menekankan pada grammar, hmm..ingat deh berapa tahun kamu belajar grammar english di sekolah, berapa banyak kamu bisa bahasa Inggris?? Menurut saya sih paling 20% ! no way!  Saya sendiri mahir bahasa Inggris (speak & write) karena lebih banyak menggunakan bahasa tersebut sehari-hari dibanding belajar grammarnya.

Patokan ini yang membuat saya lebih memilih Sogang University dibanding Yonsei University. Kenapa tidak Ewha Womans University? Hmm.. alasan sedikit pribadi, saya lebih suka murid yang beragam gender dibandingkan mayoritas wanita. Ewha Womans University memang Universitas yang khusus diperuntukan untuk mahasiswi perempuan, walaupun untuk kelas bahasa murid pria sekarang diperbolehkan join, tetapi jumlahnya masih minim. Kebetulan saya pribadi yang kalau jalan lebih dari 2 teman wanita jadi minder hehe~ jadi amannya Sogang sajalah. Tetapi juga untuk ke Ewha kalau saya tinggal di Mapo-gu harus naik subway dulu dan jalan kaki lumayan deh.

Sogang University KLEC Regular Course Molla Korea molangkorea

Persiapan menjadi mahasiswi kelas bahasa Sogang University ini dia serunya,

Start dari masuk ke website KLEC Sogang  (klik image screenshot Sogang University diatas), setelah sign up website KLEC, cari link “Application” ada step-step yang harus dijalani disitu.   Saya sendiri mengisi formulir online tetapi anehnya cukup lama sampai akhirnya dapat tanggapan dari pihak Sogang University, dan sepertinya tanggapan ini saya dapat setelah saya mengirim email komplein langsung ke ckss@sogang.co.kr (admin nya Sogang Univ.) dikarenakan setelah pengisian data selesai, saya tidak menemukan tanggal tes penempatan untuk bisa dipilih (what happened to the website ya?)

Sogang University KLEC Application Molla Korea molangkorea

Langkah pendaftaran diatas tidak sepenuhnya mengikuti Step yang tertera di website, ini yang saya alami.  Email balasan dari Sogang University akhirnya meminta saya untuk melengkapi 3 set dokumen awal yaitu:

1.  Scan Paspor, harus masih berlaku 6 bulan ya

2.  Scan Ijasah/Diploma dan Transkrip nilai, yang ini harus di sahkan notaris dan disahkan lagi di kedutaan Korea Selatan sampai mereka mengeluarkan dokumen sebutannya apostille certificate. Dibawah screenshot dokumen apostille yang saya punya, lengkapnya ada lampiran copy diploma dan transkrip yang juga di cap oleh kedutaan.

Image

Nah masalah Apostille stamp ini agak-agak ribet dan hampir menyesatkan saya, setelah search di google 2 hari saya hampir tidak mendapatkan apa itu pengertian Apostille. Apa sama dengan cap notaris? Saya sempat telpon satu agen jasa, dan itu orang mengatakan bahwa dokumen saya harus ke notaris lalu ke Departemen Kemenkuham baru ke Kedutaan Korea Selatan, notaris harganya 100ribu per lembar, Departemen Kemenkuham 350ribu  dan ke Kedutaan 600ribu. Wuahh total 1,350ribu belum ongkos kirim. Waktu saya menawar, orang tersebut mengatakan sebentar ya saya telpon ke orang kedutaan saya dulu untuk tau harganya. Hmm..membuat saya berpikir, kenapa saya ngga telpon juga langsung ke Kedutaan. Dan ternyata, setelah saya telpon harga stamp apostille itu hanya 48ribu perak alamaakk.. hampir saya tertipuuu !@#$%^&!! Prosesnya juga tidak perlu ke Dep. Kemenkuham (aslinya juga kalau memang perlu padahal hanya Rp 25.000,-~ huh**), hanya cukup notaris cap tiap halaman (saya punya hanya 4 halaman ~ 1 Diploma, 3 Transkrip) itu hanya 100ribu, deket rumah pula tetangga satu gereja dan lalu agak capek sedikit bolak balik Kedutaan Korea untuk di cap apostille, hanya nunggu 2,5 jam (mungkin juga hoki karena sepi yang minta cap hihi..) bayar hanya Rp 48.000,- tidak pakai embel-embel lain. Selesai deh, aman!

3.  Surat Referensi dari Bank dimana balancenya harus diatas USD 3,000.-.  Mudah saja tinggal ke Bank dan mengajukan surat tsb membawa ktp dan buku bank, membayar Rp 50.000,- kalau di BCA.

Kalau pertanyaannya kenapa harus surat referensi Bank, ya jawabnya wajar aja, Sogang Univ. mau tau kita sanggup tidak untuk bersekolah disitu. Oya, karena saya mendaftar Kelas Reguler, jadi saya bisa mengambil D4 visa dimana saya bisa tinggal resmi selama 6 bulan dan nanti bisa diperpanjang di Korea sana. Alternatif pertama sebenarnya kita harus memiliki Sponsor di Korea Selatan yang menjamin biaya hidup disana, untungnya sekarang dengan surat referensi bank pribadi saja cukup, atau bagi yang punya orangtua, ya pakai bank orangtua kamu dong.

Masalah dokumen beres. Nah sekarang masalah bayar registrasi dan tuition fee (uang sekolah) ke Sogang Korea. Total tuition fee untuk musim gugur nanti adalah KRW 1,620,000.- (1 semester/10 weeks).   Tadinya saya pikir tidak terlalu bermasalah, tapi ternyataaa Won Korea itu tidak dijual di bank-bank kita, walaupun bank saya termasuk 2 bank top~ BCA dan Mandiri. Saya sempat ingin transfer lewat Woori Bank Cibubur, tetapi selidik punya selidik ternyata walaupun akarnya sama Woori Bank dari Korea, ternyata mereka tidak satu link dengan Woori Bank yang berada di Korea, aneh kan. Dan untuk transfer atau beli dollar, kita harus punya rekening dulu di bank Woori Indonesia itu. Pikir pikir, pindahin duit dari bank lokal saya ke bank Woori, tapi ternyata di Korea pun saya harus buka bank baru juga, kog repot ya. Kerennya Woori Bank Indonesia ini punya rate kurs yang paling rendah di banding 2 bank lokal saya, hanya 11,804, BCA gila-gilaan kursnya mencapai 11,950, lumayan dong ratusan ribu bedanya, belum ongkos kirim $25 dan lokal Rp 50.000,- Untungnya di Mandiri 1US$= 11,825 dan fee lokalnya hanya 35ribu, walaupun tetap kena $25, karena harus full amount jumlah yang saya kirim ke Sogang.

Saya memang sengaja akhirnya membayar dengan dollar US$1,600 dan biarkan saja Woori Bank Korea yang mengkurs ke Won, karena kalau saya kurs disini pasti rugi dua kali fee kursnya. Selesai payment, tinggal scan buktinya ke Universitas Sogang untuk mendapatkan surat penerimaan mahasiswi (Acceptance Admission Letter). 2 hari kemudian Sogang memberi informasi bahwa fees sudah diterima bahkan ada kelebihan KRW 2,992 yang akan saya terima kembali melalui bank di Seoul nanti. Good deh lebih sedikit daripada kurang malah repot hehe^^

Sogang menginformasikan bahwa saya akan menerima Acceptance certificate 10 hari dari hari dimana mereka menerima pembayaran, karena dokumen tersebut dikirim melalui post.  Acceptance letter ini paling dibutuhkan ketika kita apply Visa pelajar (D4) ke Kedutaan Korea Selatan. Persyaratan dokumen lainnya hampir sama dengan ketika kita apply visa turis.

Today June 21, 2014, saya masih menanti dokumen tersebut dikirim ke rumah~  semoga ontime^^

to be continued~part 2 click here

Search Hotel in Seoul Molang Korea Agoda
Search Hotel – Seoul, South Korea
Advertisements

35 Comments

  1. Halo Mbak, Thank you bgt infonya, saya sedang dalam proses mau meminta apostile ke Kedubes Korea, ijazah saya sudah di ttd notaris di kota saya di subang, (dengan cap bahasa indonesia, tidak apa-apa ya?) lalu itu tggal saya bawa saja kan ke kedubes, korea, tanpa harus menyertakan apa apa lagi kan Mbak? bolak-balik disini, berarti mbak satu hari sudah jadi ya. Mudah-mudahan bisa se-lucky Mbak! Amin

    1. molangkorea says:

      Ijazahnya harus cap legalisir asli, notaris jg cap yg asli. Jgn lupa siapin biayanya cash. Brapanya sy lupa deh.
      Kalau masih ngga yakin telp ke kedubes nya aja, asal jam kerja pasti dilayani baik.
      good luck yah

  2. Desy Maulina says:

    Halo, mbak,, Terima kasih sudah buat blog ini,, hehehe, sangat membantu,, saya juga bingung apa itu Apostile, dan blog ini adalah pencerahan (hahahaha,,)
    mbak, dokumen2x itu harus berbahasa Inggris kan,,?? mbak pake jasa Penerjemah tersumpah nggak?? kalo iya, bisa ceritain prosesnya,, terima kasih

  3. desy maulina says:

    Mbak, saya juga sedang dalam proses pengurusan dokumen apostile.. mbak, untuk cap di notaris itu, kita minta cap apa..?? Soalnya pas sya ke notaris dii daerah saya, sumbawa, mereka bingung cap apa yang dinaksud untuk keperluan apostille..
    Mohon petunjukx.. terima kasih.

    1. molangkorea says:

      Halo Desy, sorry baru liat jd baru balas. Dokumen harus bahasa Inggris, yg ijasah lebih mudah minta sekolah kamu terjemahin, saya begitu lebih murah daripada penerjemah tersumpah. Habis diterjemahin di sekolah bisa minta cap asli sekolah (legalisir sekalian itu namanya).

      Ke notaris itu untuk legalisir bahwa itu dokumen resmi (cap garuda RI) contohnya ada kan. Apostile kamu mintanya ke kedutaan korea langsung, setelah ijasah beres diterjemahin dan di legalisir. bayar jg langsung ke kedutaan. Gitu aja. Sama-sama.

  4. aline says:

    Halo, saya rencana mau apply klp yg di snu, apa butuh di apostille juga ya ijazahnya? Cause kalo baca di webs nya cuma dibilang official academic transcript and certificate of graduation. Lalu perlu brp kali kah bolak balik ke korean embassy buat urus apostille nya? Apa cuma satu kali lalu langsung jd hari itu juga kah? Oh iya, Mbak punya teman yg ada pengalaman apply ke snu ga ya? Saya mau tanya2 info dan pengalaman yg uda pernah apply ke sana cause saya sendiri uda coba browsing di google tp kok ga ada ya nemu blog ttg apply klp di snu.. Thanks banget ya sebelumnya

    1. molangkorea says:

      Halo Aline, apostile biasanya selalu required ya untuk study di Korea. Kalau ijasahnya sudah dilegalisir sekolah dan disahkan notaris (setiap lembar transkrip di cap) baru di bawa ke Korean embassy, bagaimana kalau kamu telpon langsung ke kedutaan nya untuk pastikan prosesnya, saya dulu juga telpon dan diterima baik, diberi info berapa lama dan berapa biaya yang harus dibayar. Siapa tau sekarang sudah berubah karna dollar juga naik turun 😀
      Mianhae nggak punya teman yang study di SNU. Ok..sama2.

  5. meta says:

    wah pencerahan sekali mba, mau tanya kalo waktu nya sendiri di kedutaan, hari itu langsung beres atau nunggu lagi berhari2 mba ?

    1. molangkorea says:

      Kurang lebih seminggu-an bolak balik bisa 2x atau 3x tergantung lengkapnya dokumen kamu. Pertama nyerahkan dokumen, mereka periksa kalau oke ya di proses, kalau enggak harus balik lagi bawa dokumen yg dimaksud. Syarat2nya karna tiap tahun pasti ada update lebih baik tanya langsung ke kedutaan Korea di Jakarta atau liat websitenya. Sorry krn saya ngga ikutin update nya 😀

  6. Diah says:

    Hello, mba. Makasih atas infonya yang sangat membantu tapi masih banyak yang ingin saya tanyakan. Jika berkenan boleh minta emailnya mba? Thanks a lot.

  7. Diah says:

    Thanks mba atas infonya 🙂 sangat membantu sekali untuk persiapan saya. Tapi masih ada yang kurang jelas, mba kalau berkenan saya boleh tanya-tanya lewat email? Thanks again

    1. molangkorea says:

      sama2. jangan lupa share2 pengalaman ya kalau sudah di korea. email bisa ke monbyby@naver.com

  8. putri nh says:

    ka dokumen yang di butuhkan asli semua ?

    1. molangkorea says:

      tergantung permintaan sekolah yang kamu tuju dan embassy requirement, detailnya kamu tanya sama mereka dong

      1. putri nh says:

        setelah kaka kirim semua dokumen kaka langsung bayar ? atau ada pemberitahuan kalau kaka di terima baru boleh bayar ?

  9. molangkorea says:

    kamu harus daftar ke sekolah di korea dulu, sudah bayar uang sekolah juga baru dapat dokumen dari korea kalau diterima sekolah disana, baru bisa ke embassy untuk minta visa, bayar di awal, setelah di proses Korea embassy beri keputusan kamu dapat visa/nggak. kalau nggak dapat ya uang visa hilang, kalau uang sekolah kamu harus minta refund.

  10. zahra says:

    ka saya mau tanya program KGP60 (Evening) juga dapet surat yg di kirim dari sogang university?

    terimakasih

  11. arazahra says:

    ka saya mau tanya KGP60 ( Evening) juga dapet surat dri sogang university?
    maksih ka

    1. molangkorea says:

      Dapat kalau kamu sudah bayar uang sekolahnya

      1. zahra says:

        kaka yg buat apostille nya itu ijazah yg ada stempel notaris ya ?

      2. molangkorea says:

        yup betul, stamp tiap lembar halaman

  12. tiffany says:

    ka, aku dapet tulisan yg katanya harus nunggu mypage aku dinganti jadi “payment guide” itu harus di tunggu atau aku langsung bayar tanpa nunggu jadi payment guide ka ?

    1. molangkorea says:

      saya ngga pernah ada pengalaman spt itu. Knapa kamu nggak tanya Universitynya langsung aja?! mereka pasti bantu kan

  13. tiffany says:

    jadi kaka langsung bayar ya?

  14. Hallo kak, saya dinda, saya mau tnya kalau apostille itu prosesnya brp lama ya kak? makasih bnyk kak sblmnya

  15. Molla Korea says:

    Annyoung Dinda,
    1 hari (1x) datang aja ke kedutaan. Lengkapnya ada di artikel di atas, baca aja ya.

  16. chaca says:

    kak maaf mau tanya…cap notarisnya harus bermaterai ga yaa kak?

    1. Molla Korea says:

      Cap notaris itu hukumnya lebih kuat daripada sekedar materai, jadi ngga perlu ya. Jelasnya kamu datang ke notaris aja, jangan lupa stempel notarisnya minta tiap halaman ya, kl ngga kedutaannya komplein.

  17. natheleon says:

    halo mbak. baca ceritanya memang perjuangan bgt ya kalau mau kuliah di korea. sekarang masih disana mb? semoga sukses dengan studinya! 😀
    btw, rata-rata komentarnya ungkit ttg apostille. kayaknya ngurus apostille itu akan lebih gampang kalau tinggalnya di pulau jawa ya? kalau gak ada perwakilan yg tinggal di jkt gimana? apakah petugasnya tetap mau menghandle dokumen2 tsb sampai dikirim balik? :3

    1. Molla Korea says:

      Anyeong Natheleon, semua urusan ke Kedutaan Korea harus diurus sama yang bersangkutan, atau orang/keluarga yang diberi kuasa. Tidak bisa jarak jauh melalui pos, email dsb.

  18. halo kak mau Tanya.. aku sorg lagi may apply ke sogang juga, tp emailnya dia yg ckss@sogang.ac.kr gk prend bales email aku, apakah tau ada contact lain tau gmn ya? trus mau Tanya dong pas disana kayak tgl di asrama tau sera apartment gt? makasih 🙂

    1. Molla Korea says:

      Anyoung, kalau memang sudah ready mau apply, coba apply online saja dulu, isi data https://klec.sogang.ac.kr/?url=/3000/3000.php lihat STEP 1.
      Nanti mereka akan reply balik. Mungkin emailnya antri karena banyak, kalau register di website pasti jadi prioritas balasan. Ini perkiraan saya aja yah. Email admin nya benar cuma itu aja satu, saya dulu juga dibalas dari situ.

      Asrama mahasiswa Sogang hanya untuk yg kuliah Graduated/Undergraduated study. Di sekitar kampus banyak seperti kos-kosan mahasiswa/i, namanya Gosiwon. Kamu harus survey sendiri jalan2 disekitar kampus, nggak susah, hanya perlu usaha jalan dan tanya. Di Korea apa-apa harus mandiri ya. Harga gosiwon sekitar 300.000-400.000 won yang murah (dapat nasi kimchi tiap hari), yang mahal apartement pribadi juga ada, kalau mampu oke aja bisa 1 juta won sebulan.

  19. Hallo ka! aku mau nanya, kalau dokumen yang mau di appostille dokumennya bisa yang asli engga? soalnya dokumennya ada cap terjemahan bersumpahnya ka. thank youu

    1. Molla Korea says:

      Anyoung Adelia~! justru harus ada cap terjemahan notaris dan cap legalisir sekolah untuk ijasah kamu, baru bisa dibuat cap apostile. kalau enggak ditolak kedutaan pasti.

Comments are closed.